Senin, 15 April 2013

ORANG PINGGIRAN 2013 Bag.2

 ''PERJUANGAN HIDUP DI SUDUT KOTA''

Dalam hidup ini terkadang rasa tidak adil ketika mata dunia tidak pernah menatap DAN menyorot betapa sengsaranya insan orang pinggiran yang hidup di sudut kota.

 Berikut ini kisah realty nyata nasib orang pinggiran di sudut kota khatulistiwa yang dapat ku telusuri.

 Pada suatu hari aku terus melangkah menjejaki wilayah sudut kota Pontianak.
 Pagi itu aku dengan perasaan yang cemas mendatangi teman mantan rekan kerja ku yang sama menjadi cleaning service dulu untuk menanyakan lowongan pekerjaan.
Maklum aku juga baru berhenti bekerja sebagai cleaning service di karenakan tidak menyanggupi dengan pekerjaan tresebut.
 Sesampainya di tempat teman ku bekerja di sebuah toko electronic, aku menemuinya dengan maksud agar dia bisa membantu ku untuk carikan pekerjaan.

 Pikir ku jika dia tidak membantu ku carikan pekerjaan mungkin aku akan jadi pengangguran dan untuk hari seterusnya aku tak tau lagi mau makan apa di kota ini,.

 Ternyata Alhamdulillah ternyata masih ada kesempatan ku untuk bisa bertahan di kota Pontianak ini, karena teman ku menawarkan pekerjaan yang masih tersedia untuk orang yang masih belum lanjut usia, yaitu kerja di restoran dan di toko sepatu.

 Percakapan ku dengan teman ku itu pun ku akhiri dengan kata ucapan terima-kasih untuknya karena telah membantu ku dalam perjuangan ku yang tidak ingin terbelnggu dalam pengangguran, dan aku pun beranjak pergi dari tempat teman ku bekrja itu,.


Setapak demi setapak langkah kaki ku berjalan, seketika itu aku terharu akan nasib orang yang ada di depan mata ku.
Mata ku tersorot dengan seorang Bapak-bapak pengemis di pinggir jalan dengan wajahnya ada benjolan besar.


 Yang bikin aku merasa prihatin kepada Bapak pengemis itu, tentang keadaan fisiknya dengan penyakit yang di deritanya.

 Hati ku berkata,......................

Akan kah hari esok dia bisa seperti insan yang lain,.?

Akan kah hari esok dia tidak lagi duduk termenung merenungi malangNYA nasib??

Dan akan kah hari esok dia mampu tersenyum untuk dunia???

 

Perlahan ku teruskan langkah kaki ku untuk berjalan menelusuri jalanan kota,.
Sesampainya di Persimpanagn JL.A.YANI di depan JL.Perdana,.
Mata ku pun tertegun lagi melihat seorang Ibu-ibu yang mau menyeberang jalan dengan membawa barang yang di letakan di atas kepalanya,.
Dan ternyata barang yang di bawanya adalah hasil dari kerjanya sebagai pemulung,.
Ibu itu berdiri lebih dari 20 menit untuk menyeberang jalan, 
tapi di makluminya JL.A.Yani Pontianak memang padat kendaraan yang seakan tidak memberi kesempatan orang susah buat menyeberanginya.

 Dan Ibu pemulung itu pun keliatannya dengan sabar menahan berat beban barang hasil kerjanya di atas kepala.
 Di ke esokan harinya di hari pertama aku kerja di restoran,.
Sepulangnya aku dari tempat kerja untuk menuju kost, di jalan Perdana.
pada waktu itu langit mendung seakan mau turun hujan,.
aku dengan tergesa-gesa aku mempercepat langkah jalan kaki ku, tiba-tiba di depan ku terlihat seorang Bapak-bapak lagi yang memikul barang jualannya,.
Tapi yang bikin aku merasa heran, yang di pikulnya bukan jualan dari makanan tetapi hanya batu semen yang sudah di jadikan Cobek alat dapur,
Bapak itu dengan suara yang pilu meneriakan dagangannya,.
Cobek.. cobek.. cobek..


 Lalu ku ambil Hp ku dan ku Potret Bapak itu tanpa sepengatahuan dia,.
Sesampainya aku di kost, ku pandangi Potret Bapak itu, Alangkah sedihnya ku bayangkan,.
Yang di pikul Bapak itu Cobek terbuat dari Batu dan semen, melangkah terus berjalan di sudut kota, sejauh apa dia melangkah akan kah hasilnya mampu untuk biaya hidup di keseharian dia dan bisamenafkahi keluarganya,.??
 Mungkin jika laku pun terjual Cobek dagangannya itu, aku yakin hasilnya pun tak sesuai dengan ukuran berat KG yang dia pikul dan itu pun jika laku terjual,.
Lamunana ku melayang, andai saja Indonesia ku INDONESIA NEGERIKU mampu memberikan lapangan kerja dan lowongan merata untuk masyarakat susah yang hidup di sudut kota ini,
LILLAHITA'ALA aku yakin Potret ini tak akan ada terpajang di BLOGspot PRIBADIku,..
 Tapi pikir ku lagi, inilah kehidupan dunia,,,
Kadang yang melihat insan orang pinggiran seperti ini, hanya jadi bahan tertawaan bagi Orang-orang yang tak punya hati........... 



 tHEma song DO'A ku........................

السلام عليكم

Jumat, 22 Maret 2013

ORANG PINGGIRAN 2013

Kadang hidup susah tidak bisa kita ungkiri, karena kita bukan keturunan orang kaya dan punya pendidikan pun minim
Pada akhirnya faktor ekonomi yang memaksa kita untuk menerima apa adanya dan bekerja di tempat yang mungkin jijik bagi pandangan orang, sebut saja tukang sampah,.
ORANG MISKIN BUKAN BERARTI DIA TIDAK MEMPUNYAI UANG,
TETAPI HANYA TIDAK MEMPUNYAI PEKERJAAN YANG LAYAK DENGAN PENGHASILANNYA
 Kali ini aku selaku penulis akan menceritakan kehidupan seseorang yang hidup di tengah keramaian kota, tepatnya kota Pontianak Kalimantan Barat.
Setibanya aku di kota Pontianak dan di terima kerja di sebuah Perusahaan property lokal\cleaning service, aku pun di tugaskan di suatu tempat dan bertemu dengan rekan kerja yang bernama Bang toyib
Bang toyib adalah orang yang mempunyai semangat tinggi dalam menghidupi keluarganya,.
Pagi-pagi buta dia sudah mengayuh sepedanya untuk menuju tempat kerja, kadang hujan pun tak di rasakannya demi memperjuangkan hidup untuk orang yang di cintainya.
Di tempat kerja Bang toyib memanfaatkan fungsinya sebagai tukang buang sampah,.
Dia memungut kaleng dan botol-botol bekas buat di jual untuk biaya sehari-hari,. Karena perusaah cleaning service hanya membayar gajihnya sebulan sekali.
Yang bikin ku salutkan dari Bang toyib, dia tidak seperti cleaning service yang lain, Bang toyib selalu lembur dalam bekerja, berangkat pagi pulang pun malam
Sesekali Bang toyib juga di perhatikan oleh anak cleaning service yang lain dan bertanya kepada Bang toyib,.
Cs: Bang, keliatannya abang ne punya bini tapi kaya gak punya bini,.
Bang toyib pun menjawab
(Saya ingin membahagiakan anak bini, maka itu saya relakan kerja dari pagi sampai malam dan seperti ini setiap hari)
Cs: tapi abang punya bini,. Bini abang di kasih lahir dan batin gak??
 Bang toyib menjawab lagi,.
(Saya bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarga saya, bini dan anak-anak saya dan ini artinya saya memberi nafkah lahir,.
Jika kamu bilang saya tidak menafkahi bini saya nafkah batin, memangnya kamu tau saya lagi gitu-gituan?
Aku sebagai penulis pun ertawa,. hehehe..................................


 Cs pun terdiam dan langsung meninggalkan tempat percakapan itu.
 Pada suatu hari aku nanya-nanya sama Bang toyib tentang pekerjaan,.
Dia pun menjawab,.
(Yang penting pekerjaan kita halal, walau kita sebagai cleaning service atau tukang sampah, namun kita lebih mulia daripada pemimpin yang korup dan menindas bawahan,.
Jawabnya dengan MANTAP


 Di kesehariannya terus berlalu, kadang Bang toyib sering kena marah atasannya, di katakan melalaikan tugas sebagai tukang buang sampah, karena Bang toyib memanfaatkan botol bekas untuk di kumpulkan untuk di jualnya

 Pada suatu hari aku juga ikut bantu-bantu Bang toyib memasukan sampah ke baknya, seperti biasa Bang toyib memungut botol dan besi untuk di jadikan tambahan ongkos sehari-hari,.
Tiba-tiba Bos cLeaning service muncul tanpa sepengatahuan Bang toyib, dia melihat kinerja Bang toyib dan aku sebagai tukang buang sampah.
 Pas kebetulan Bang toyib lagi ngumpulin botol dan terlihat di depan mata bos cleaning service, dia pun langsung berbicara keras terhadap Bang toyib,
(Pak toyib, kamu kalau seperti ini hanya memperlambat pekerjaan kamu sebagai membuang sampah, apa kamu mau saya pindahkan kerja dari sini)
Lalu ku lihat ke arah Bang toyib yang hanya terdiam dengan wajah pucat, mungkin entah ketakutan atau pun tersinggung, aku juga gak tau.

 Tak lama kemudian bos cleaning service beranjak meninggalkan tempat pembuangan sampah tersebut,
Bang toyib pun berkata kepada aku dan ibu pemolong di lokasi itu,.
(Saya  rasa sakit hati dengan omongan bos tadi, saya kerja di tempat sampah ini siang dan malam terus berusaha selalu ingin lebih baik lebih baik, tapi tetap selalu di anggap salah sama orang tak mengerti tentang keadaan kita,)

 Memang apa yang di bilang Bang toyib ada benarnya,
Tapi aku terus memberi pemahaman kepada bang toyib,
[Kita hanyalah orang pinggiran, di ibaratkan rumput yang tumbuh di pekarangan orang,.
Jadi orang itu pun mudah menilai kita salah, menilai kita tidak berguna, bahkan kadang kita terasa di injak-injak.
Tapi di balik semua itu kita harus yakin, sebatang ilalang bisa berubah menjadi padi, jika tuhan menghendaki.]

 Apalagi jaman sekarang susah untuk mencari Pemimpin [....]
Dan sekarang adalah jamannya Boss,.

PERBEDAAN BOS DAN PEMIMPIN

Seorang Boss mempekerjakan bawahannya
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka

Seorang Boss mengandalkan kekuasaannya
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemampuannya baiknya

Seorang Boss menimbulkan ketakutan
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih sayang

Sekarang Boss mengatakan "AKU"
Tetapi seorang pemimpin mengatakan "KITA"

Sekarang Boss menunjukan siapa yang bersalah
Tetapi pemimpin apa ada yang salah

Seorang Boss tahu bagaimana sesuatu pekerjaan
Tetapi pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya

Seorang Boss menuntut rasa hormat
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat

Sekarang Boss berkata "Pergi"
Tetapi pemimpin berkata "Mari kita pergi"

Bang toyib pun mengangguk-ngangguk

 BERSAMBUNG