Kadang hidup susah tidak bisa kita ungkiri, karena kita bukan keturunan
orang kaya dan punya pendidikan pun minim
Pada akhirnya faktor
ekonomi yang memaksa kita untuk menerima apa adanya dan bekerja di
tempat yang mungkin jijik bagi pandangan orang, sebut saja tukang
sampah,.
ORANG MISKIN BUKAN BERARTI DIA TIDAK MEMPUNYAI UANG,
TETAPI HANYA TIDAK MEMPUNYAI PEKERJAAN YANG LAYAK DENGAN PENGHASILANNYA
TETAPI HANYA TIDAK MEMPUNYAI PEKERJAAN YANG LAYAK DENGAN PENGHASILANNYA
Kali ini aku selaku penulis akan menceritakan kehidupan seseorang yang
hidup di tengah keramaian kota, tepatnya kota Pontianak Kalimantan
Barat.
Setibanya aku di kota Pontianak dan di terima kerja di sebuah Perusahaan
property lokal\cleaning service, aku pun di tugaskan di suatu tempat dan bertemu dengan rekan kerja yang bernama Bang
toyib
Bang toyib adalah orang yang mempunyai semangat tinggi dalam menghidupi keluarganya,.
Pagi-pagi buta dia sudah mengayuh sepedanya untuk menuju tempat kerja, kadang hujan pun tak di rasakannya demi memperjuangkan hidup untuk orang yang di cintainya.
Pagi-pagi buta dia sudah mengayuh sepedanya untuk menuju tempat kerja, kadang hujan pun tak di rasakannya demi memperjuangkan hidup untuk orang yang di cintainya.
Di tempat kerja Bang toyib memanfaatkan fungsinya sebagai tukang buang sampah,.
Dia memungut kaleng dan botol-botol bekas buat di jual untuk biaya sehari-hari,. Karena perusaah cleaning service hanya membayar gajihnya sebulan sekali.
Dia memungut kaleng dan botol-botol bekas buat di jual untuk biaya sehari-hari,. Karena perusaah cleaning service hanya membayar gajihnya sebulan sekali.
Yang
bikin ku salutkan dari Bang toyib, dia tidak seperti cleaning service
yang lain, Bang toyib selalu lembur dalam bekerja, berangkat pagi pulang
pun malam
Sesekali Bang toyib juga di perhatikan oleh anak cleaning service yang lain dan bertanya kepada Bang toyib,.
Cs: Bang, keliatannya abang ne punya bini tapi kaya gak punya bini,.
Bang toyib pun menjawab
(Saya ingin membahagiakan anak bini, maka itu saya relakan kerja dari pagi sampai malam dan seperti ini setiap hari)
Cs: tapi abang punya bini,. Bini abang di kasih lahir dan batin gak??
Cs: Bang, keliatannya abang ne punya bini tapi kaya gak punya bini,.
Bang toyib pun menjawab
(Saya ingin membahagiakan anak bini, maka itu saya relakan kerja dari pagi sampai malam dan seperti ini setiap hari)
Cs: tapi abang punya bini,. Bini abang di kasih lahir dan batin gak??
(Saya bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarga saya, bini dan anak-anak saya dan ini artinya saya memberi nafkah lahir,.
Jika kamu bilang saya tidak menafkahi bini saya nafkah batin, memangnya kamu tau saya lagi gitu-gituan?
Aku sebagai penulis pun ertawa,. hehehe..................................
Cs pun terdiam dan langsung meninggalkan tempat percakapan itu.
Pada suatu hari aku nanya-nanya sama Bang toyib tentang pekerjaan,.
Dia pun menjawab,.
(Yang penting pekerjaan kita halal, walau kita sebagai cleaning service atau tukang sampah, namun kita lebih mulia daripada pemimpin yang korup dan menindas bawahan,.
Jawabnya dengan MANTAP
Di kesehariannya terus berlalu, kadang Bang toyib sering kena marah atasannya, di katakan melalaikan tugas sebagai tukang buang sampah, karena Bang toyib memanfaatkan botol bekas untuk di kumpulkan untuk di jualnya
Pada suatu hari aku juga ikut bantu-bantu Bang toyib memasukan sampah ke baknya, seperti biasa Bang toyib memungut botol dan besi untuk di jadikan tambahan ongkos sehari-hari,.
Tiba-tiba Bos cLeaning service muncul tanpa sepengatahuan Bang toyib, dia melihat kinerja Bang toyib dan aku sebagai tukang buang sampah.
Pas kebetulan Bang toyib lagi ngumpulin botol dan terlihat di depan mata bos cleaning service, dia pun langsung berbicara keras terhadap Bang toyib,
(Pak toyib, kamu kalau seperti ini hanya memperlambat pekerjaan kamu sebagai membuang sampah, apa kamu mau saya pindahkan kerja dari sini)
Lalu ku lihat ke arah Bang toyib yang hanya terdiam dengan wajah pucat, mungkin entah ketakutan atau pun tersinggung, aku juga gak tau.
Tak lama kemudian bos cleaning service beranjak meninggalkan tempat pembuangan sampah tersebut,
Bang toyib pun berkata kepada aku dan ibu pemolong di lokasi itu,.
(Saya rasa sakit hati dengan omongan bos tadi, saya kerja di tempat sampah ini siang dan malam terus berusaha selalu ingin lebih baik lebih baik, tapi tetap selalu di anggap salah sama orang tak mengerti tentang keadaan kita,)
Memang apa yang di bilang Bang toyib ada benarnya,
Tapi aku terus memberi pemahaman kepada bang toyib,
[Kita hanyalah orang pinggiran, di ibaratkan rumput yang tumbuh di pekarangan orang,.
Jadi orang itu pun mudah menilai kita salah, menilai kita tidak berguna, bahkan kadang kita terasa di injak-injak.
Tapi di balik semua itu kita harus yakin, sebatang ilalang bisa berubah menjadi padi, jika tuhan menghendaki.]
Apalagi jaman sekarang susah untuk mencari Pemimpin [....]
Dan sekarang adalah jamannya Boss,.
PERBEDAAN BOS DAN PEMIMPIN
Seorang Boss mempekerjakan bawahannya
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka
Seorang Boss mengandalkan kekuasaannya
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemampuannya baiknya
Seorang Boss menimbulkan ketakutan
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih sayang
Sekarang Boss mengatakan "AKU"
Tetapi seorang pemimpin mengatakan "KITA"
Sekarang Boss menunjukan siapa yang bersalah
Tetapi pemimpin apa ada yang salah
Seorang Boss tahu bagaimana sesuatu pekerjaan
Tetapi pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya
Seorang Boss menuntut rasa hormat
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat
Sekarang Boss berkata "Pergi"
Tetapi pemimpin berkata "Mari kita pergi"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar